Membangun Bersama Menikmati Bersama Menuju Tapin Sejahtera

****************************Terwujudnya Kemandirian Pangan dan Petani Sejahtera ******************************************************Informasi Harga Komoditas Strategis pada Minggu III November 2016 ### 1. Beras (kg) : Rp ### 2. Jagung (Kg) : Rp ### 3. Kedelai (kg) : Rp ### 4. Bawang Merah (kg) : Rp ### 5. Cabe Rawit Hiyung (kg) : Rp ###
Tampilkan postingan dengan label bkp3 tapin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bkp3 tapin. Tampilkan semua postingan

05/06/12

TEKNIK PERSEMAIAN CABE RAWIT DI DESA HIYUNG


Pemilihan benih

Pemilihan benih merupakan langkah awal yang sangat penting dalam budidaya cabe rawit.    Kualitas benih yang baik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha budidaya cabe rawit menuju capaian mutu produk yang kompetitif.  Meskipun benih yang digunakan oleh para petani cabe rawit di desa Hiyung berasal dari pertanaman mereka sendiri, namun dalam pemilihannya sebagian besar telah menerapkan seleksi terhadap tanaman sumber benih baik pada fase vegetatif  maupun  fase generatif .   Antara lain : 
• pada saat di persemaian seleksi dilakukan dengan membuang semaian yang sakit, tipe simpang dan varietas lain.
•  demikian juga setelah bibit/semaian dipindahkan ke lahan pertanaman maka tanaman sumber benih harus benar sehat, berbuah lebat serta bebas hama dan penyakit
• setelah panen dilakukan juga seleksi dengan memilih buah yang matang sempurna (merah cerah), besarnya kurang lebih seragam serta membuang buah yang bentuknya tidak normal maupun terlihat adanya tanda-tanda serangan hama atau penyakit
                Setelah proses seleksi seperti tersebut di atas dilakukan, maka buah-buah sumber benih dibuang bagian pangkalnya, dimasukkan dalam ember berisi air, direndam selama 1 malam, keesokan harinya barulah diblender sebentar untuk memisahkan biji dengan kulitnya.  Hasil yang sudah diblender dimasukkan dalam ember yang telah diisi air sampai penuh.  Biarkan sampai biji-bijinya tenggelam.  Biji yang terapung beserta ampas dibuang, yang diambil hanya  biji yang tenggelam.  Ditiriskan sebentar sambil diangin-anginkan.  Biji-biji tersebut kemudian dijemur di atas niru yang telah dialasi koran sampai kering.  Jika cuaca panas dalam dua hari sudah bisa kering.   Setelah dijemur sampai kering, biji/benih diangin-anginkan sampai betul-betul dingin baru kemudian disimpan dalam wadah tertutup (biasanya mereka lakukan di malam hari).  Lebih kurang dua bulan kemudian biasanya benih ini baru mereka gunakan (untuk musim tanam berikutnya).
Benih Cabe Rawit

Penyemaian Benih dalam Kotak

Benih dalam Ruang Persemaian

Benih yang sudah dikepal dengan media tanah

Menyemai benih
Menyemai benih dilakukan dengan cara :
•Terlebih dahulu media semai disiapkan berupa tanah dan pupuk kandang dengan  perbandingan 2 : 1 dalam wadah peti kayu berbentuk persegi atau persegi panjang (panjang, lebar dan tinggi disesuaikan dengan keinginan, kemampuan dan jumlah benih yang akan disebar).  Siram.
•Benih direndam dalam air hangat selama lebih kurang 30 menit.  Tetapi yang lebih sering mereka lakukan adalah merendamnya dalam air biasa selama sehari semalam.  Ditiriskan dan diangin-anginkan barulah disebar ke media semai.

•Setelah benih disebar merata, ditutup dengan media, tipis saja. Peti kemudian ditutup rapat dengan karung/plastik/kain basah agar kelembabannya terjaga.  Tiga atau empat hari kemudian tutupnya dibuka, jika media terlihat kering maka perlu disiram.  Setelah itu ditutup kembali.  Tiga hari kemudian penutupnya dibuka, pada saat ini biasanya benih sudah mulai tumbuh.
•Ada yang khas pada teknik persemaian mereka, yaitu “mangapal”.  Mereka menyiapkan peti lain dan juga media dengan komposisi yang sama dengan media semai.  Sebagian media dimasukkan ke dalam peti sampai sepertiga tinggi peti.  Sisa media dibasahi dan digunakan untuk “mangapal”.  Kegiatan “mangapal” dilakukan pada saat benih telah tumbuh plumula atau ada juga yang melakukannya pada umur lebih kurang 4 minggu setelah semai.  1-2 batang bibit cabe rawit diambil, dipulung dengan media yang sudah dibasahi, dibentuk menjadi bulatan sebesar kelereng.  Bibit yang sudah dipulung kemudian diletakkan di  atas peti  yang sudah diisi media tadi.
• Setelah akar terlihat keluar dari media “kapalan” bibit sudah siap ditanam.  Biasanya sudah berdaun 4-5 helai.
• Untuk pengendalian hama/penyakit di persemaian biasanya mereka menggunakan furadan, dithane dan matador dengan dosis separo dari dosis yang tertera di kemasan.




30/05/12

PANEN RAYA PADI SURUNG RAWA LEBAK



Sungai Bahalang adalah salah satu desa di Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin.  Untuk menuju lokasi panen raya harus ditempuh dengan kendaraan darat  sekitar 13 km dari kota Rantau sampai rumah kepala desa kemudian dilanjutkan dengan kendaraan air yaitu naik kelotok sekitar 30 menit.  Jarak dari rumah kades sampai lokasi menurut informasi sekitar 3 km.  Kelelahan naik kelotok terbayarkan melihat pemandangan di sisi kanan dan kiri sungai.  Apalagi ketika sampai di lokasi, hamparan padi  menguning yang sangat luas sungguh membuat terkesima.
Padi Surung, Petani Himung, Persediaan Pangan Melambung, Kindai Wadah Banih Baisi Jubung.  Itulah salah satu spanduk dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang sempat terekam dalam memori. Kegiatan tanam padi surung di desa Sungai Bahalang ini dilakukan pada bulan September 2011.  Varietas yang ditanam kebanyakan adalah IR-42 dan Ciherang.  Awal tanam dilakukan di saat kemarau/menjelang musim hujan dengan cara tabela (tanam benih langsung) sehingga saat air di areal persawahan meninggi tanaman padi juga sudah tumbuh tinggi. Padi surung merupakan istilah budidaya padi  di lahan rawa lebak di Kabupaten Tapin yang berdasarkan kondisi air sesuai tradisi lokal sehingga menjadi ciri yang unik.   Sebagai contoh saat panen, karena air masih tinggi maka untuk mengangkut batang padi yang telah diarit digunakan perahu yang dibuat para petani dari terpal yang diikat menyerupai perahu kemudian ditarik sampai ke pematang sawah/ke tempat tumpukan hasil panen.
Kegiatan panen raya padi di lokasi Perluasan Lahan di Kabupaten Tapin meliputi luasan 2500 Ha yang tersebar di Kecamatan Tapin Tengah, Tapin Selatan dan Bakarangan.  Di desa Sungai Bahalang sendiri merupakan Gerakan Percepatan Tanam seluas ± 1000 Ha yang dilaksanakan oleh 4 kelompok tani.  Hasil panen padi surung banyak member kontribusi dalam menambah produksi padi Kabupaten Tapin.  Hasil ubinan yang dilakukan Mantri Tani beserta Kepala BP dengan disaksikan PHP dan para penyuluh Kecamatan Tapin Tengah pada dua hari sebelum panen raya di 3 (tiga) titik lokasi menunjukkan produktivitas rata-rata yaitu 4,04 ton/hektar.
         Kegiatan Panen Raya Padi Surung di Lahan Rawa Lebak ini dilakukan oleh Bupati Tapin dibantu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Bappeda, Kepala BPS, Camat Tapin Tengah dan Kepala Desa Sungai Bahalang.  Dihadiri juga oleh Kepala Dinas Sosial, Kasi dan Staf dari Disdik, Kapolsek dan Danramil Tapin Tengah, dan para pejabat eselon II Kabupaten Tapin yang tak dapat kami sebutkan satu persatu.

24/09/11

BUDIDAYA ITIK


Ternak itik merupakan salah satu sumber pemenuhan gizi keluarga khususnya protein hewani, baik berasal dari daging maupun dari telurnya.
Pemeliharaan ternak itik dapat dikembangkan dengan cara dikurung terus-menerus dalam kandang tanpa harus ada kolam untuk berenang. Dengan cara pemeliharaan intensif dalam kandang itik bisa dipelihara dengan baik selama pemberian pakan, minumnya cukup serta kesehatannya juga terjaga.
KANDANG
Karena kandang itik selalu basah dan kotorannya lembek maka kandang itik sebaiknya dibangun bertongkat (bentuk panggung). Bahan bangunan kandang, mudah diperoleh, murah dan tahan terhadap air dan dilengkapi dengan peralatan kandang seperti tempat makan dan minum.
Berdasarkan bentuk atap, kandang dapat berbentuk:
a. Atap Satu Sisi.
Arah kandang  bagian depan menghadap ke  timur. Separo dinding bagian depan maupun belakang,  yaitu dinding bagian bawah, tertutup rapat. Dinding bagian atas berupa kisi-kisi (bambu/kawat). Dinding sisi kiri maupun kanan tertutup rapat, kecuali tangga dan pintu disalah satu sisi.
b.  Atap Dua Sisi.
Dinding kandang pada bagian memanjang setengah bagian dari lantai tertutup rapat, setengahnya lagi bentuk kisi-kisi. Kedua bagian (kiri-kanan) tertutup rapat. Lantai dibuat dari bilah papan atau bambu yang dipasang jarang antara   1 – 1,5 cm (untuk itik dewasa) dan 0,5-1 cm (untuk itik dara dan anak)
Jika memelihara itik dalam jumlah ratusan, kandang dipetak-petak dengan sekat setinggi 40-50 cm, tiap petak disediakan untuk 20-30 ekor itik dewasa.
Daya Tampung (luas lantai).
Luas lantai kandang disesuaikan dengan jumlah dan umur itik yang dipelihara. Sebagai patokan
a.    Anak itk (1 hari – 2 bulan) sebagai patokan daya tampung (luas lantai untuk 100 ekor anak itik)
U M U R
LUAS KANDANG
1 hari       – 1 minggu
1 minggu – 2 minggu
2 minggu – 4 minggu
4 minggu – 6 minggu
6 minggu – 8 minggu
1 – 2 meter persegi
2 – 4 meter persegi
4 – 6 meter persegi
6 – 8 meter persegi
8 – 10 meter persegi

b.    Itik dara (2-6 bulan) 5-10 ekor untuk setiap meter persegi.
      Luas petakan kandang untuk 30 ekor itik dara pada umur 2 bulan seluas 3 x 1 meter, berangsur-angsur diperluas sampai umur 6 bulan  3 x 2 meter.

c.   Itik Dewasa (6 bulan keatas) 4-5 ekor untuk setiap meter persegi.
      Luas lantai setiap petak untuk menampung 30 ekor cukup   3 x  2 meter. Untuk 150 ekor kandang dibangun dengan lebar 3 meter, panjnag 10 meter, terbagi atas 5 petakan.
BIBIT
Bibit yang digunakan untuk pembesaran itik adalah sebaiknya membeli anak itik umur 1 atau 2 hari lalu dipelihara sampai dewasa, dengan syarat DOD yang dibeli harus baik, sehat, terlihat lincah, tidak lesu dan kondisi fisiknya normal (tidak terdapat cacat).
P A K A N
Dengan sistim terkurung, seluruh kebutuhan itik terhadap zat makanan untuk hidup (pertumbuhan ) dan berproduksinya harus dapat dipenuhi dalam ransum makanan yang diberikan. Ransum/makanan yang diberikan bisa buatan pabrik atau membuat ransum sendiri.
Anak itik berumur 1 – 14 hari sebaiknya diberi pakan buatan pabrik yang kandungan nutrisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan itik.
Untuk itik umur 3-6 minggu memerlukan pakan yang kandungan proteinnya 16-18 % sedangkan untuk itik berumur 6 minggu keatas memerlukan pakan yang mengandung protein 16 %.
Dalam membuat pakan itik untuk dibesarkan harus dipersiapkan bahan-bahan untuk dicampur menjadi pakan itik yang mengandung nutrisi untuk itik yaitu dedak halus, jagung, tepung ikan, tepung tulang dan kapur.
Cara membuat pakan :
Sebagai pedoman kita membuat pakan sebanyak 100 kg terdiri dari : dedak halus 30 kg, jagung tumbuk 45 kg, Ikan kering 22 kg, tepung tulang (cangkang kalimbuai) 2 kg dan kapur 1 kg semua bahan dicampur dengan rata dan siap untuk disajikan.
Sebagai patokan untuk memperhitungkan jumlah makanan yang diperlukan untuk 100 ekor itik sesuai dengan tingkat umur adalah sebagai berikut :

UMUR
SELAMA
JUMLAH
KET
A. Anak Itik
1 Minggu
2 Minggu
3 Minggu
4 Minggu
5 Minggu
6 Minggu

1 minggu
sda
sda
sda
sda
sda

6 kg
12 kg
18 kg
24 kg
30 kg
36 kg

Pada akhir minggu ke VI jumlah mananan sehari untuk 100 kg = 5,5 kg atau 55 gr sehari
B. Itik Muda
 6 - 8   minggu
8 - 10 minggu 10 - 11minggu
11 -12 minggu
12 - 13minggu

1 hari
sda
sda
sda
sda

6 - 7   kg
7 - 8   kg
8 - 9   kg
9 - 10 kg
10 - 11 kg

Makanan diberikan 3 kali sehari (pagi, siang, sore)
C. 3 - 4 bulan
    3 -  4 bulan
    3 -  4 bulan
1 hari
sda
sda
12 - 13 kg
12 - 13 kg
12 - 13 kg
Makanan diberikan 2 kali sehari
      
TATA LAKSANA PEMELIHARAAN
Tata laksana Pemeliharaan Itik ada 3 tahapan :
1.    Masa Permulaan (starter) umur 1 hari – 2 bulan.
Pada umur 1-2 hari anak itik perlu diberi pemanas buatan yaitu dengan jalan memberikan lampu ditengah-tengah kandang, untuk mengetahui pemanas yang diberikan sudah cukup atau belum yaitu dengan cara memperhatikan gerak-geriknya.  Pemanas diberikan sampai minggu ke 6.
Sampai umur 2 hari, anak itik tidak perlu diberi makan. Dalam tubuhnya masih tersedia cadangan makanan. Pada hari ke 3 sampai hari ke 15 makanan diberikan dalam bentuk kental jangan terlalu basah agar tidak membasahi tubuhnya dan tidak terlalu kental.
2.    Masa Pertumbuhan (Grower) umur 2 – 5 bulan.
Pemberian pakan pada periode ini harus benar-benar diperhatikan. pemberian ransum secara tidak terbatas (ad libitum), akan menyebabkan tercapainya dewasa kelamin yang terlalu cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan telur pertama yang dihasilkan kecil. Sebaliknya pertumbuhan yang lambatpun akan merugikan, karena terlambat mulai bertelurnya.
Air minum harus selalu tersedia dan jangan sampai kotor.
3.    Masa Dewasa.
Pada periode ini itik sudah mulai akan berproduksi atau bertelur. 

BAHAN PENGGUMPAL LATEKS BEBAS BAU

Sebagian besar petani karet di  Indonesia termasuk petani karet di daerah Kab. Tapin masih menggunakan bahan penggumpal latek yang mutunya tidak terjamin seperti penggunaan TSP, Cuka Para, daun Pucuk Rambutan, Gadung dan Tawas sehingga slab dan lump yang dihasilkan mutu karetnya rendah. Disamping terjadi kerusakan pada mutu karet juga menimbulkan bau busuk yang sangat mengganggu masyarakat sekitar tempat petani mengolah lateks. 
Masalah tersebut kini telah dapat diatasi dengan ditemukannya Deorub K, bahan pembeku hasikl formulasi asap cair dan asam-asam organik yang mengandung senyawa fenol yang dapat mencegah dan mematikan bakteri, serta berfungsi sebagai antioksidan.
Di samping itu, produk ini mengandung senyawa karbonil, furan siklopenten, benzena, yang berbau asap
.
Manfaat Deorub 
Deorub K merupakan produk yang sangat bermanfaat bagipetani karet. Seperti halnya asam semut, produk ini mampu menjadi bahan pembeku, namun Deorub K mempunyai kelebihan yaitu sekaligus pencegah dan penghilang bau busuk yang selama ini mengganggu masyarakat.
Larutan Deorub K pekat berwarna coklat tua jernih, bila di encerkan (5% - 10%) akan berwarna kuning jernih. Keasaman (pH) Deorub K pekat dibawah 0,5 sedangkan pH Deorub K 5% sekitar 1,5

Dosis Anjuran 
Encerkan larutan Deorub K pekat menjadi Deorub K 5%. Kemudian untuk pembekuan lateks campurkan 1 bagian Deorub K 5% dengan 10-12 bagian lateks. Dengan demikian, 1 liter Deorub K pekat atau setara 75 kilogram karet kering.




Pembuatan Larutan
Deorub K 5%
Untuk memperoleh larutan Deorab K 5%,campurkan 1 bagian Deorub K pekat dengan 19 bagian air bersih
 

Perbandingan Penggunaan Deorub K dan Asam Semut

Parameter
Asam Semut
Deorub K
Dosis
55 ml larutan 2%
80 ml larutan 5%
Kecepatan Beku
12 Menit
16 Menit
Warna bekuan
Putih
Coklat krem
Bau
Bau busuk
Bau asap
Serum
Putih
Coklat jernih
Mutu


Po
46
49
Pa
40
43
PRI
85
89
VR
75
80

dikutip dari berbagai sumber


15/09/11

BERTANAM CABE RAWIT

Salah satu tanaman yang nilai ekonominya cukup tinggi adalah tanaman cabai, baik cabai rawit, cabai merah, paprika maupun cabai merah keriting. Cabai rawit (Capsicum frustescens L) merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu, dan mampu hidup lebih dari setahun. 


Syarat Tumbuh
Tanaman cabai rawit tumbuh baik pada tanah yang : 
  • Berstruktur remah/gembur, lempung berpasir dan kaya bahan organik;
  •  pH 5,0 – 7,0 optimal 6,0 – 6,5. Bila pH dibawah 5,0 perlu ditambahkan kapur sebanyak 2 – 4 ton/ha. Penambahan kapur sangat tergantung dari pH tanah yang dikehemdaki. Contoh pH tanah awal 5,0 sedang pH yang diinginkan 5,5 maka perlu ditambahkan kapur sebesar 2 ton/ha, sedangkan jika pH yang diinginkan 6,0 maka perlu ditambahkan kapur sebesar 4 ton/ha;
  • Paling cocok ditanam pada dataran dengan ketinggian 0 – 500 meter dpl. 
  • Curah hujan 600 – 1.250 mm/tahun. Suhu udara rata-rata tahunan berkisar antara 18 – 30o C.
  • Kelembaban 60 – 80%. 
Persiapan Tanam
a. Benih 
  • Keperluan benih ± 150 gr/h dengan daya tumbuh > 90%; 
  • Rendam benih dalam air dengan suhu 60oC selama 5 menit atau campur dengan Ridomil untuk mengurangi serangan penyakit busuk pangkal atau rebah kecambah di persemaian. 
b. Persemaian 
  • Siapkan media semai yang terdiri dari tanah + pasir + pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 
  • Buat bedengan dengan ukuran, panjang 3-5 m, lebar 1 m dan tinggi ± 20 cm. Arah bedengan utara – selatan; 
  • Bedengan diberi atap dengan tinggi sebelah timur 1 m dan sebelah barat 0,75 m agar sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam persemaian; 
  • Taburkan benih secara merata atau dilarik dengan jarak 5 cm, kemudian ditutup dengan tanah halus (diayak), terus disiram; 
  • Untuk menjaga kelembaban, persemaian disiram setiap hari. 
c. Pembibitan
  • Jika bibit berumur ± 10 hari, dapat dipindahkan ke dalam ke dalam kantong plastik gula ukuran ¼ kg atau polybag yang sudah diisi tanah dan dilubangi pada sudut kiri – kanan serta ditengahnya, selanjutnya di letakkan pada bedengan persemaian. 
  • Bibit cabai rawit dapat dipindahkan ke lapangan pada umur 1,5 bulan seteleh semai atau jika tinggi tanaman sudah mencapai lebih dari 8 cm, dengan jumlah daun 4 -6 helai.; • Kurang lebih 5 hari sebelum tanam, naungan persemaian dibuka atau dikurangi untuk melatih bibit kena sinar matahari, sehingga tanaman tidak terkejut pada saat dipindahkan ke lapangan. 
d. Persiapan Tanah
  •  ± 2 minggu sebelum tanam, tanah sudah diolah; 
  • Bedengan dibuat dengan ukuran lebar antara 90 – 120 cm dan tinggi 20 – 40 cm, pada lahan bekas sawah bedengan sebaiknya dibuat dengan tinggi 40 cm atau lebih, pada lahan tegalan atau kebun bedengan dibuat setinggi 20 – 30 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan; 
  • Berikan pupuk kandang dengan dosis 20 ton/ha bila menggunakan kotoran sapi, atau 10 ton/ha bila menggunakan kotoran ayam. 
Tanam
  • Tanam bibit dengan jarak 60 x 100 cm atau 60 x 80 cm. 
  • Lubang tanam dibuat dengan ukuran diameter 10 – 15 cm dan kedalaman sekitar 15 cm atau kira-kira cukup untuk menempatkan bibit bersama media tanahnya. 
Pemeliharaan
  • Pemakaian pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos merupakan kebutuhan pokok disamping pupuk buatan. 
  • Pupuk organik selain dapat mensuplai unsure hara bagi tanaman juga dapat memperbaiki struktur dan struktur tanah dan tekstur tanah, memelihara kelembaban tanah aktivitas biologi tanah. 
  • Pemberian pupuk pelengkap cair (PPC) melalui dan untuk melengkapi unsur hara yang diperlukan tanaman. 
  • Untuk mengatasi faktor lingkungan yang kurang baik terhadap pembungaan dan pembuahan dengan pemberian ZPT (zat pengatur tumbuh). 
Dosis dan cara pemberian pupuk untuk tanaman cabai rawit : 
Jenis Pupuk Dosis per-ha 
Waktu aplikasi 
Pupuk Dasar : 1 minggu sebelum tanam 
Pupuk Kandang 10 – 15 ton 
Pupuk Susulan I 1 bulan setelah tanam Urea 80 kg SP-36 20 kg KCl 60 kg 
Pupuk Susulan II 2,5 bulan setelah tanam Urea 85 kg SP-36 30 kg KCl 60 kg 
Pupuk Susulan III 4 bulan setelah tanam Urea 85 kg SP-36 35 kg KCl 65 kg ZPT - Atonik 1,5-2 m/lt air 30, 50, 72 HST - Dharmasari 0,3-5 ml/lt air 21, 42, 62 HST 
  • Pemberian ajir dapat mulai dilakukan pada saat tanaman berumur 3 – 4 minggu setelah tanam. 
  • Tanaman dibumbun bersamaan dengan pemberian pupuk. 
  • Pengendalian hama dan penyakit : Hama yang sering menyerang adalah : belalang, jangkrik, ulat grayak, kutu daun persik, trips Penyakit yang sering menyerang adalah : bercak daun, busuk batang dan buah. 
P a n e n
 
      Umur panen cabai rawit sangat bervariasi, tergantung pada varietas tanaman dan keadaan iklim setempat. Pada umumnya umur panen pertama cabai rawit adalah 2,5 – 4 bulan setelah tanam. 
Pemanenan dapat dilakukan 3 – 7 hari sekali tergantung banyaknya buah cabai rawit yang siap di panen.
Panen harus dilakukan secara selektif dan hati-hati agar tidak merusak bunga, buah dan batangnya.

PUPUK KOMPOS ORGANIK

Pengertian Pupuk Organik

     Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari bahan mineral (sisa tanaman, kotoran ternak, dll) bahan organik tersebut akan diproses oleh mikroorganisme sehingga sifat fisiknya akan berubah dari semula. Pupuk Organik termasuk pupuk mejemuk lengkap karena kandungan unsur haranya sangat tinggi. Pupuk Organik ada 2 (dua) jenis yaitu : 
1. Pupuk Organik Padat 
2. Pupuk Organik Cair Khusus untuk pengendalian penyakit dan hama pada tanaman yang mempunyai prospek baik dan ramah lingkungan adalah pengendalian agens hayati dengan memanfaatkan mikroba antagonis disekitar akar tanaman yaitu dengan penggunaan Cendawan Tricoderma spp sebagai decomposer (perombak).
 
Manfaat Penggunaan
 
       Tricoderma spp adalah jamur antagonis yang dapat dipergunakan sebagai fungisida untuk mengendalikan serangan penyakit karena cendawan pada tanaman, seperti: 
a. Layu Fusarium pada tomat, pisang dan cabe 
b. Busuk Rhizoctonia solani pada padi 
c. Penyakit Bakanae (benih laki) pada padi 
d. Busuk buah pada jenis sayuran (hortikultura), misalnya: jeruk, dll 
e. Layu bakteri pada Lombok, tomat dan pisang 
f. Busuk akar pada karet, jeruk, labu dan papaya. 


      Sesuai dengan UU No. 12 Tahun 1992, pelaksanaan perlindungan tanaman dengan system pengendalian hama terpadu dan dalam pelaksanaan pengendalian perlu mencegah terjadinya pencemaran, kerusakan lingkungan serta menjaga kelestarian serangga/binatang berguna sebagai musuh alami bagi hama yang dapat merusak tanaman.
Proses Pembuatan Pupuk Organik (Tricokompos)
Tricoderma disamping dapat dilakukan penyemprotan langsung ke sawah, Tricoderma dapat juga untuk pembuatan kompos, sehingga menjadi “Trico Kompos”. 
1) Bahan – Bahan 
• Jerami 15 kubik (m³) atau (1 Ha jerami) 
• Enceng Gondok/Hijauan 15 Kubik 
• Pupuk kandang 15 karung 
• Tricoderma Cair 4 Liter 
• Gula 
• Kapur pertanian (dolamite)
• Air
2) Alat – Alat : 
Cangkul, ember, sprayer, saringan 
3) Cara pembuata/prosesing :
• Jerami dan enceng gondok (hijauan) dikumpulkan di tepi sawah (lahan pematang sawah) 
• Jerami di bag/disusun beberapa lapisan (dicincang/dihaluskan untuk mempercepat proses   perombakan)
• Kemudian taburi pupuk kandang dan berikan Trico cair lalu berikan untuk menjaga kelembaban 
• 12 hari kemudian lakukan pembalikan setelah itu tutup kembali 
• Setelah 20 hari Tricokompos siap digunakan sebagai pupuk organik.
Catatan : 
Hal yang terpenting dalam pembuatan pupuk kompos harus selalu menjaga kelembaban, caranya dengan mengaduk/membalik. Sehingga bagian luar masuk ke dalam dan sebaliknya. Agar tidak terlalu tinggi kelembabannya kompos harus terlindung dari air hujan dan sinar matahari langsung.
Bagian gambar lapisan : 
1. Tutup Plastik 2. Jerami Padi 3. Trico Cair 4. Kapur 5. Pupuk Kandang 6. Jerami Padi 
Ket. Ukuran untuk 1 Kubik (1 m³)

27/03/11

KEDELAI MAKANAN BERKHASIAT OBAT

Beberapa jenis penyakit seperti jantung koroner, diabetes,asam urat dan lainnya diketahui sebagai akibat terlalu berlebihan mengkonsumsi makanan fast food (makanan cepat saji) yang kini lagi ngetrend.Betapapun nikmatnya hidangan fast food tersebut, tubuh kita akan kewalahan untuk memprosesnya, menyerap zat-zat yang baik dan membuang ampasnya.Akibatnya tubuh kita menjadi keranjang sampah yang besar bagi zat-zat berbahaya berupa lemak jenuh, kolesterol jahat, kristal asam urat dan lainnya.
Penelitian membuktikan bahwa kacang kedelai adalah primadona bahan alami yang mampu menghilangkan sampah tersebut.Kedelai yang dipandang sebagai makanan rakyat ternyata menempati posis elite di jajaran bahan berkhasiat obat. Sebagai makanan kedelai bisa disajikan menjadi bahan olahan yang variatif. Jika dibedah secara ilmiah,akan ditemukan zat-zat berharga didalamnya yang menjadi jurus penyempurna kaum wanita.Adapun maksud jurus ampuh kedelai adalah zat-zat utama yang dikandungnya. Hebatnya kedelai merupakan satu-satunya bahan nabati yang memiliki kandungan protein 100 persen lebih tinggi dari daging dengan kandungan kolesterol yang justru lebih rendah sehingga akan sangat bermanfaat untuk mengatasi kolesterol.
khusus bagi kaum wanita, kandungan zat dalam kedelai tersebut sangat berarti untuk menjaga keindahan dan kesehatan, karena kondisi tubuh wanitacenderung turun naik.Bagaimana wanita memanfaatkan kedelai.Berikut ini adalah jurus jitu kedelai dalam menyempurnakan kehidupan kaum wanita.
Saponin adalah sejenis zat yang mudah larut dalam air maupun minyak.Sedangkan fungsi saponin yang dikandung dalam kedelai yakni mencegah pembentukan lemak rusak,menahan penyerapan lemak,dan mempercepat proses pemecahan lemak.Tubuh yang mengandung banyak lemak rusak akan mempercepat terjadinya pros penuaan dini.
Walaupun vitamin B-2 dan vitamin E juga berfungsi mencegah proses penuaan dini,tetapi zat saponin lebih efektif adri kedua zat tersebut.Makin banyak mengkonsumsi kedelai, makin banyak lemak rusak yang terbuang dari tubuh, artinya tubuh makin bugar karena metabolisme makin lancar.
Dalam kedelai terkandung sekitar 20 persen lemak yang mengandung lecithin.Kolesterol yang bertumpuk dalam pembuluh darah seperti bubur yang mengeras sehingga sehingga menyebabkan pengerasan pembuluh darah. jika pembuluh darahnya kurang terawat maka keadaannya mirip selang rapuh yang mudah pecah dan memicu timbulnya komplikasi lain seperti penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.
Lecithin bertugas memecah kolesterol darah dalam pembuluh darah menjadibutiran halus sehingga dapat dibuang keluar.Jika dalam darah terdapat cukup banyak lecithin, maka pembuluh darah menjadi lentur dan sirkulasi darahpun menjadi lancar sehingga resiko terserang penyakit jantung koroner,stroke dan gangguan jantung lainnya akan berkurang.
Akibat menyusutnya kadar hormon kewanitaan, umumnya akan mengganggu dan menggelisahkan kaum wanita.Adapun gejalanya terasa menyiksa seperti depresi,insomnia,sakit kepala,berkeringat disekujur tubuh dan lainnya.Apalagi dalm hal seksualitas akan mengalami perubahan yang sangat mengganggu.
Untuk mengatasi gangguan fungsi hormon kewanitaan tersebut, maka dibutuhkan suplai bahan yang mengandung senyawa serupa estrogen (jenis hormon wanita). Dan sekali lagi bahwa kedelai membuktikan keistemewaannya karena dikelompokkan kedalam estrogen nabati atau estrogen yang berasal dari tumbuhan.Bahkan ini jauh lebih aman dan menyehatkan bagi kaum wanita.
Kaum wanita ternyata diketahui rentan terkena anemia (kurang darah) akibat sirkulasi haid. Namun sebaliknya kaum wanitapun sangat mudah terperangkap obesitas (kegemukan. Kedua kondisi ini umumnya dipicu oleh pola makan gaya hidup yang tidak sehat, karena itu baik wanita yang kuang darah m,aupun yang kelebihan berat badan memiliki kebutuhan yang sama terhadap protein sebagai pembentuk sel tubuh sekaligus bahan baku memproduksi sel-sel darah.
Dengan kata lain protein adalah kata kunci menuju hidup sehat. Nah dari semua jenis makanan yang mengandung protein tinggi (daging,telur,udang dan ikan) maka kedelai termasuk paling aman dan seimbang. Hal ini masih terkait dengan kemampuan khas kedelai untuk larut dalam air maupun minyak yang tidak dimiliki oleh bahan-bahan makanan lain.
sumber : sinta No.3297 tahun XXXIX April 2009