Membangun Bersama Menikmati Bersama Menuju Tapin Sejahtera

****************************Terwujudnya Kemandirian Pangan dan Petani Sejahtera ******************************************************Terwujudnya Kemandirian Pangan dan Petani Sejahtera********************************************

25/07/16

Warga Sambut Antusias Survey Pola Pangan Harapan (PPH) 2016





Teriknya matahari maupun derasnya guyuran  hujan, tidak membuat patah semangat Petugas Survey Pola Pangan Harapan (PPH) dari BKP3 tapin untuk menyambangi warga di beberapa desa, demi melaksanakan program tahunan, yakni survey PPH. Tidak kalah semangatnya, warga yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, peserta survey PPH, cukup antusias menyambut kegiatan ini, mereka bersedia meluangkan waktunya untuk mendengarkan penjelasan para petugas serta mengisi kuisioner PPH yang disediakan.
Seperti dijelaskan Bardiah, SP, Petugas Enumerator PPH, bahwa sangat penting mengkonsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman, yang terdiri dari beranekaragam makanan dengan jumlah dan proporsi yang sesuai, agar dapat memenuhi kebutuhan gizi, baik untuk pemeliharaan, perbaikan sel-sel tubuh serta proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh, 

Sementara itu, sebagian peserta pph, mengaku cukup memahami  penjelasan dari petugas pph, meskipun masih perlu penjelasan secara bertahap untuk mengisi kuesioner dengan baik dan benar. 

Dimana dalam kuisioner tersebut terdapat beberapa kolom yang harus diisi mengenai menu makan pagi, siang dan malam, termasuk makanan tambahan seperti kue dan buah, dimana menu-menu tersebut harus dijabarkan secara detail mulai dari bahan-bahannya, porsinya menurut ukuran rumah tangga dan ukuran berdasarkan gramnya.
Dalam proses pengisian kuisioner tersebut, tidak sedikit peserta yang aktif bertanya mengenai pengisian kuisioner dan beberapa diantaranya ada yang nampak kesulitan dalam penulisan kuisioner.
 “Rata-rata ibu-ibu peserta survey pph ini paham maksud dan penjelasan dari petugas PPH, meskipun ada sebagian yang masih kesulitan mengisi kuesionernya, karenanya petugas pph maupun penyuluh desa harus memberikan arahan secara perlahan sampai mereka paham.” Demikian ungkap Erni Masfufah, SP, petugas enumerator PPH.

Dari gambaran sementara, pola konsumsi  dibeberapa desa  memiliki perbedaan yang cukup signifikan, hal ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan ketersediaan pangan setempat, seperti misalnya didesa hatungun, yang gemar mengkonsumsi sayuran seperti lalapan daun singkong, daun papaya, terong, timun dengan lauk tempe, tahu, dan ayam serta tidak ketinggalan buah-buahan seperti mangga dan pisang. Sedangkan untuk desa margasari hulu, kebanyakan mengkonsumsi ikan air tawar seperti gabus atau haruan, ikan papuyu,dan  udang pada musimnya.

21/06/16

BKP3 adakan Rapat APN 2016



Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan(BKP3) kabupaten Tapin, melaksanakan rapat koordinasi guna menghadapi ajang penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) tahun 2016, pada senin, 20 juni 2016

Acara yang bertempat di aula kantor badan ketahanan pangan dan pelaksana penyuluhan (BKP3) kabupaten tapin ini, dihadiri para Kabid dan Kasubid BKP3 Tapin, serta para undangan dari SKPD terkait, diantaranya dinas pertanian, tanaman pangan dan holtikultura, dinas peternakan dan perikanan, serta dinas kehutanan dan perkebunan.

Rapat kali ini mengagendakan pembentukan panitia pelaksana kegiatan APN, dimana setiap stakeholder terkait yang dilibatkan dalam ajang tahunan kali ini diharapkan mampu bekerja dan berkoodinasi secara maksimal dalam persiapan maupun pelaksanaan kompetisi APN.

Rapat yang dipimpin kepala BKP3 kabupaten Tapin Ir. H. Yusriansyah, MP, dalam arahannya menyampaikan, bahwa semua pihak terkait harus dapat menggali lebih dalam terhadap para calon penerima penghargaan yang akan di usulkan, sehingga dapat berkompetisi secara maksimal, dengan demikian diharapkan  pelaksanaan APN  dapat benar-benar mencapai sasaran dan tujuan yang diinginkan.

APN sendiri bertujuan untuk mendorong semangat, krativitas dan partisipasi masyarakat serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan.

Ajang bergengsi tingkat nasional tersebut terdiri dari 5 kategori penghargaan, diantaranya pelopor ketahanan pangan, pemangku ketahanan pangan, pelaku pembangunan ketahanan pangan yang mencakup kegiatan produksi pangan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan industri pangolahan atau perakitan teknologi. Pelayanan ketahanan pangan yang mencakup penyuluhan, penelitian/pengembangan, pengawasan, pengendalian, dan Pembina ketahanan pangan diantaranya gubernur, bupati/walikota, kepala desa/lurah.

Adapun penyerahan penghargaan APN rencananya dilaksanakan pada bulan November 2016, dengan melalui beberapa tahap, dari pembentukan panitia, sosialisasi, pengumpulan profil, penilaian dan verifikasi.(din/Gt)